Tidur sering kali dianggap sebagai waktu istirahat yang pasif, padahal secara medis, saat itulah tubuh melakukan perbaikan sistematis yang paling krusial. RSU Fauziah Bireuen memberikan perhatian besar pada konsep Ritme Sirkadian biologis yang mengatur siklus bangun dan tidur manusia. Ritme ini bekerja layaknya jam internal yang menentukan kapan tubuh harus memproduksi energi dan kapan harus melakukan regenerasi sel. Di rumah sakit ini, pengaturan jadwal pengobatan dan lingkungan bangsal pasien didesain sedemikian rupa untuk menghormati jam biologis ini, karena ketidakteraturan ritme dapat menghambat proses penyembuhan dan memperburuk kondisi pasien dengan penyakit kronis.
Konsep sirkadian ini sangat dipengaruhi oleh paparan cahaya dan rutinitas harian. Ketika seseorang dirawat di rumah sakit, sering kali siklus tidurnya terganggu oleh kebisingan atau prosedur medis di malam hari. RSU Fauziah Bireuen berusaha meminimalisir gangguan tersebut karena mereka memahami bahwa gangguan pada siklus sirkadian dapat memicu ketidakseimbangan hormon dan menurunkan sistem imun. Dengan menjaga kegelapan yang cukup pada malam hari dan paparan sinar matahari di pagi hari bagi pasien yang memungkinkan, rumah sakit ini membantu menstabilkan jam internal tubuh pasien agar proses pemulihan dapat berjalan lebih cepat dan efisien.
Peningkatan kualitas istirahat menjadi salah satu indikator keberhasilan perawatan di RSU Fauziah Bireuen. Tidur yang berkualitas bukan hanya soal durasi atau lamanya seseorang memejamkan mata, tetapi tentang kedalaman fase tidur yang dicapai. Selama tidur dalam, tubuh memproduksi hormon pertumbuhan yang membantu perbaikan jaringan dan penguatan memori. Pasien yang memiliki waktu tidur yang buruk cenderung memiliki ambang batas nyeri yang lebih rendah dan masa pemulihan pasca-operasi yang lebih lama. Oleh karena itu, edukasi mengenai higiene tidur atau sleep hygiene menjadi bagian penting dari pesan kesehatan yang disampaikan oleh perawat dan dokter kepada keluarga pasien.
Pentingnya tidur yang cukup juga berkaitan erat dengan kesehatan mental dan kestabilan emosional pasien. Di RSU Fauziah Bireuen, pasien yang menderita insomnia atau gangguan tidur lainnya mendapatkan perhatian khusus melalui pendekatan terapi non-farmakologi terlebih dahulu, seperti teknik relaksasi. Tidur yang baik memungkinkan otak untuk membersihkan racun-racun metabolisme yang menumpuk selama siang hari. Dengan demikian, pasien tidak hanya sembuh secara fisik, tetapi juga merasa lebih segar secara mental saat terbangun. Rumah sakit ini percaya bahwa pemulihan kesehatan yang paripurna hanya dapat dicapai jika sistem istirahat tubuh dihargai dan dijaga dengan baik selama masa perawatan.
