Menjaga tekanan darah tetap stabil merupakan tantangan bagi banyak orang di era modern, terutama karena adanya kandungan zat purin yang sangat tinggi dalam hidangan jeroan yang dapat memperburuk kondisi kesehatan penderita darah tinggi. Pada sebuah seminar kesehatan yang diadakan di Aula Dinas Kesehatan Jakarta Pusat pada hari Minggu, 11 Januari 2026, para ahli medis menjelaskan bahwa konsumsi organ dalam hewan secara berlebihan dapat memicu peningkatan kadar asam urat dalam darah. Ketika kadar tersebut melonjak, pembuluh darah cenderung mengalami peradangan dan kekakuan, yang secara langsung menyebabkan jantung harus memompa darah dengan tekanan yang lebih kuat. Oleh karena itu, bagi individu yang sudah memiliki riwayat tekanan darah tinggi, pembatasan menu jeroan bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah keharusan demi mencegah komplikasi penyakit kardiovaskular yang lebih serius di masa mendatang.
Dalam upaya menjaga kebugaran personel dan masyarakat, petugas kesehatan dari jajaran Kedokteran dan Kesehatan (Dokkes) Kepolisian Resor setempat sering kali melakukan pemeriksaan rutin di pos-pos pelayanan publik. Pada kegiatan yang berlangsung hari Selasa lalu, petugas memberikan penyuluhan bahwa zat purin yang menumpuk di dalam tubuh tidak hanya menyerang persendian, tetapi juga berkaitan erat dengan gangguan fungsi ginjal yang sering menyertai penderita hipertensi. Data kesehatan menunjukkan bahwa pasien yang disiplin mengurangi asupan makanan tinggi purin memiliki profil tekanan darah yang lebih terkendali dibandingkan mereka yang masih rutin mengonsumsi hati, usus, atau babat. Pihak berwenang mengimbau warga untuk lebih selektif dalam memilih sumber protein dan beralih ke pilihan yang lebih aman bagi pembuluh darah seperti ikan atau protein nabati yang segar.
Berdasarkan laporan tahunan yang dirilis oleh Pusat Data Kesehatan Nasional pada Desember 2025, angka kasus hipertensi di wilayah perkotaan mengalami peningkatan sebesar 8 persen, yang sebagian besar dipicu oleh pola makan buruk. Kandungan zat purin yang diolah dengan santan kental atau digoreng kering semakin memperberat beban metabolisme tubuh dalam mengeluarkan sisa-sisa limbah kimia melalui urin. Para dokter spesialis penyakit dalam menyarankan agar masyarakat mulai membiasakan diri membaca tabel nutrisi atau setidaknya mengenali bahan makanan yang berisiko tinggi. Pencegahan melalui diet yang tepat dianggap jauh lebih efektif dan ekonomis daripada harus menjalani pengobatan jangka panjang yang memerlukan biaya besar serta kedisiplinan tinggi dalam mengonsumsi obat-obatan penurun tekanan darah.
Pentingnya edukasi mengenai pola makan sehat ini juga ditekankan oleh para kader kesehatan di Yogyakarta dalam pertemuan komunitas lansia pada awal Januari ini. Mereka mengajarkan bahwa meskipun jeroan terasa lezat, dampak negatif dari zat purin bagi penderita metabolisme lambat sangatlah nyata dan menyiksa. Sebagai alternatif, masyarakat diajak untuk meningkatkan konsumsi buah-buahan dan sayuran yang kaya akan potasium guna membantu menetralkan tekanan darah secara alami. Sinergi antara pemahaman gizi yang baik dan aktivitas fisik minimal 30 menit setiap hari terbukti mampu menurunkan risiko stroke yang sering menjadi ancaman utama bagi mereka yang abai terhadap kadar asam dalam darahnya.
Kesimpulannya, kesehatan adalah tanggung jawab pribadi yang dimulai dari keputusan di meja makan setiap hari. Menikmati kuliner nusantara tetap bisa dilakukan dengan bijak tanpa harus mengorbankan fungsi jantung dan pembuluh darah kita. Dengan secara sadar membatasi konsumsi makanan yang mengandung zat purin tinggi, kita telah mengambil satu langkah besar untuk memperpanjang usia harapan hidup dan meningkatkan kualitas kesehatan secara menyeluruh. Mari kita jadikan informasi ini sebagai pengingat untuk terus merawat tubuh sebagai aset paling berharga. Masa tua yang bugar dan bebas dari penyakit adalah dambaan setiap orang, dan hal itu hanya bisa dicapai dengan konsistensi dalam menjalankan pola hidup sehat sejak dini. Dukungan dari lingkungan keluarga dalam menyediakan menu yang rendah lemak dan rendah purin akan sangat membantu proses pemulihan bagi penderita hipertensi di seluruh Indonesia.
