Flossing atau Kumur? Mana yang Lebih Penting dalam Rutinitas Perawatan Gigi Harian

Dalam upaya mencapai kebersihan mulut optimal, sering muncul pertanyaan: mana yang lebih krusial, menggunakan benang gigi (flossing) atau berkumur dengan obat kumur? Keduanya memiliki peran dalam Rutinitas Perawatan Gigi harian, tetapi pemahaman yang jelas tentang fungsi masing-masing akan membantu Anda memprioritaskan tindakan yang memberikan dampak kesehatan terbesar. Sikat gigi memang menghilangkan sebagian besar plak permukaan, namun benang gigi dan obat kumur bertindak sebagai ‘penyempurna’ yang menargetkan area yang berbeda.

Benang gigi (flossing) adalah alat paling efektif untuk membersihkan sisa makanan dan plak yang terperangkap di antara gigi dan di bawah garis gusi—area yang tidak dapat dijangkau oleh bulu sikat. Plak yang dibiarkan menumpuk di area ini akan mengeras menjadi karang gigi, yang hanya dapat dihilangkan oleh dokter gigi. Jika sikat gigi membersihkan sekitar 60% permukaan gigi, flossing mengambil porsi signifikan dari sisa 40% lainnya, menjadikan flossing sebagai komponen vital dalam Rutinitas Perawatan Gigi untuk mencegah karies interdental (lubang di sela-sela gigi) dan penyakit gusi. Para ahli kesehatan gigi, termasuk Asosiasi Dokter Gigi Amerika (ADA), secara konsisten merekomendasikan flossing sebagai langkah yang tidak boleh dilewatkan setiap hari.

Di sisi lain, obat kumur (mouthwash) menawarkan manfaat yang berbeda. Fungsi utamanya adalah menyegarkan napas, membilas sisa-sisa kotoran yang longgar, dan, tergantung pada jenisnya, memberikan manfaat terapeutik tambahan. Obat kumur ber-fluoride dapat membantu remineralisasi enamel, sementara obat kumur antiseptik dapat membantu mengontrol populasi bakteri penyebab plak dan gingivitis. Namun, obat kumur tidak memiliki kemampuan fisik untuk menghilangkan plak yang menempel kuat—hanya flossing dan menyikat yang bisa melakukannya. Oleh karena itu, obat kumur bertindak sebagai pelengkap yang baik, bukan pengganti Rutinitas Perawatan Gigi mekanis.

Jika harus memilih satu di antara keduanya (selain menyikat gigi), flossing memegang peran yang lebih penting karena ia melakukan tugas yang tidak dapat dilakukan oleh alat lain, yaitu membersihkan sela-sela gigi secara mekanis. Menurut laporan dari Pusat Penelitian Kesehatan Gigi Nasional yang dirilis pada akhir tahun 2024, individu yang rajin flossing memiliki insiden penyakit periodontal 35% lebih rendah daripada yang hanya berkumur. Praktik yang paling ideal adalah menggunakan flossing terlebih dahulu, kemudian menyikat gigi, dan diakhiri dengan berkumur (jika menggunakan obat kumur non-fluoride, jeda beberapa saat setelah menyikat). Obat kumur sebaiknya dilihat sebagai bonus, sementara flossing adalah keharusan. Dengan memprioritaskan flossing, Anda telah melakukan langkah signifikan untuk mempertahankan kesehatan mulut terbaik.