Ergonomi Layanan: Analisis Alur Gerak untuk Percepatan IGD Fauziah

Unit Gawat Darurat (UGD) atau Instalasi Gawat Darurat (IGD) adalah jantung dari setiap rumah sakit, tempat di mana setiap detik sangat berharga dalam menyelamatkan nyawa manusia. Di IGD Fauziah, efisiensi waktu tidak hanya dicapai melalui kecanggihan alat medis atau kecepatan tenaga kesehatan, tetapi juga melalui penataan ruang yang sangat presisi. Melalui penerapan konsep ergonomi layanan, pihak rumah sakit melakukan evaluasi menyeluruh terhadap bagaimana manusia dan peralatan berinteraksi di dalam ruangan yang padat aktivitas tersebut. Fokus utamanya adalah memangkas hambatan fisik yang dapat memperlambat tindakan medis, sehingga pasien bisa mendapatkan penanganan yang tepat dalam waktu sesingkat mungkin.

Kajian ini diawali dengan melakukan analisis alur gerak setiap individu yang terlibat dalam proses penanganan darurat, mulai dari perawat, dokter, hingga petugas administrasi. Di IGD Fauziah, setiap pergerakan yang tidak perlu dianggap sebagai pemborosan waktu yang krusial. Melalui pemetaan rute perjalanan staf medis, rumah sakit menemukan bahwa penempatan peralatan yang strategis dan layout ruangan yang terbuka dapat meningkatkan efisiensi kerja secara signifikan. Ergonomi bukan lagi sekadar soal kursi yang nyaman, melainkan tentang bagaimana seluruh ekosistem layanan dirancang agar selaras dengan gerakan alami manusia saat sedang bekerja di bawah tekanan tinggi.

Dalam implementasinya, IGD Fauziah menata ulang posisi alat pacu jantung, tabung oksigen, dan troli obat agar berada dalam jangkauan terdekat dari tempat tidur pasien. Dengan menggunakan prinsip zona prioritas, pasien dengan kondisi paling kritis diletakkan di area yang memiliki akses paling lancar menuju ruang tindakan utama. Sistem ini sangat efektif dalam mendukung percepatan layanan, karena staf medis tidak perlu lagi menghabiskan waktu hanya untuk mencari peralatan atau berpapasan di lorong yang sempit. Ruang gerak di sekitar tempat tidur pasien juga diperluas untuk memastikan tim dokter dapat bergerak bebas dari segala sisi saat melakukan prosedur resusitasi.

Selain penataan alat, aspek pencahayaan dan akustik juga menjadi bagian dari analisis ergonomi di unit ini. Kelelahan sensorik yang dialami staf medis akibat suara bising atau cahaya yang tidak tepat dapat menyebabkan penurunan akurasi dalam memberikan dosis obat atau melakukan diagnosa. Oleh karena itu, IGD Fauziah menerapkan sistem pencahayaan yang terang namun tidak menyilaukan, serta pengaturan komunikasi antar staf yang lebih teratur untuk mengurangi kebisingan latar. Lingkungan yang tenang dan teratur secara visual terbukti mampu menjaga fokus tenaga kesehatan tetap tajam meski sedang menangani banyak pasien sekaligus.