Edukasi Higienitas Selular: Cara RS Fauziah Mencegah Infeksi Nosokomial

Dalam ekosistem rumah sakit, musuh yang paling berbahaya sering kali adalah musuh yang tidak kasat mata. Bakteri dan virus yang berkembang di lingkungan medis dapat menyebabkan infeksi tambahan yang merugikan pasien, atau yang secara medis dikenal sebagai infeksi nosokomial. RS Fauziah mengambil langkah revolusioner dalam menghadapi tantangan ini melalui program Edukasi Higienitas Selular. Konsep ini melampaui sekadar cuci tangan biasa; ia melibatkan pemahaman mendalam tentang bagaimana kontaminasi terjadi pada level mikroskopis dan bagaimana setiap individu di dalam rumah sakit dapat menjadi benteng pertahanan pertama dalam memutus rantai penularan.

Langkah konkret dalam Mencegah Infeksi Nosokomial di RS Fauziah dimulai dengan pengetatan protokol sterilisasi di setiap sudut ruangan. Namun, titik fokus yang paling unik adalah edukasi mengenai higienitas perangkat personal atau “selular”. Di era digital, ponsel pintar sering kali menjadi vektor kuman yang terabaikan. Tenaga medis dan pengunjung di RS Fauziah diberikan edukasi bahwa kuman dapat bertahan hidup di permukaan perangkat digital dalam waktu yang lama. Oleh karena itu, rumah sakit ini menyediakan stasiun sanitasi khusus perangkat dan rutin mensosialisasikan cara membersihkan gawai tanpa merusak komponen elektroniknya.

Penerapan standar higienitas di RS Fauziah melibatkan seluruh elemen, mulai dari dokter spesialis hingga petugas kebersihan dan keluarga pasien. Edukasi yang diberikan mencakup teknik “Five Moments for Hand Hygiene” yang ditetapkan oleh WHO, namun dengan pendalaman materi mengenai bio-film dan resistensi antimikroba. Siswa praktek maupun staf baru diwajibkan mengikuti simulasi deteksi kontaminasi menggunakan sinar ultraviolet untuk melihat secara langsung area yang sering terlewatkan saat pembersihan. Visualisasi ini sangat efektif dalam mengubah perilaku karena memberikan bukti nyata tentang keberadaan mikroba.

Selain aspek perilaku, RS Fauziah juga mengintegrasikan teknologi material dalam fasilitasnya. Penggunaan lapisan antimikroba pada permukaan yang sering disentuh, seperti gagang pintu dan pagar tempat tidur, merupakan bagian dari strategi higienitas selular yang bersifat pasif namun efektif. Namun, Edukasi Higienitas tetap menjadi kunci utama, karena teknologi secanggih apa pun tidak akan maksimal tanpa kedisiplinan manusia. Rumah sakit ini percaya bahwa kesadaran akan kebersihan harus menjadi bagian dari budaya organisasi, bukan sekadar kepatuhan terhadap standar operasional prosedur semata.